Berangkat dari sabda baginda Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, “Siapa yang menunjukkan suatu kebaikan, maka baginya pahala orang yang mengikutinya.” Juga sabdanya, “Jika anak Adam telah mati, seluruh amalannya terputus kecuali tiga hal, yaitu: (1) sedekah jariyah, (2) ilmu yang bermanfaat, dan (3) anak saleh yang mendoakan kebaikan buatnya.”

Di blog ini tidak kuniatkan untuk menampakkan diri sebagai manusia yang mengetahui segala hal agar manusia memandangku sebagai orang yang berilmu dan berpengetahuan luas. Tidak! Aku hanya menorehkan setetes embun ilmu yang kuharap dapat memberikan manfaat baginya. Baginda Nabi Muhammad –shallallahu ‘alaihi wa sallam– pernah berkata, “Siapa yang ditanya tentang suatu ilmu lalu justru ia menyembunyikannya, maka ia bakal dikekang dengan kekal dari api.”

Jangan dikira tulisan-tulisan yang ku-share adalah hal-hal yang berkaitan dengan agama. Tidak! Sebab, aku bukan ahlinya. Namun aku hanya akan menampilkan hal-hal yang berhubungan dengan kesehatan dan kedokteran yang selama ini kupelajari. Dan kuharap apa yang kuhidangkan di blog yang sangat jauh dari sempurmna ini bermanfaat bagi seluruh manusia dan pada akhirnya aku termasuk dalam keriteria manusia terbaik. Nabi Muhammad –shallallahu ‘alaihi wa sallam– bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain.” Ya, meski tidak mencapai setinggi drajat itu, paling tidak aku termasuk dalam nasehat seorang penyair, “Berlakulah menyerupai sekiranya kamu tak seperti mereka. Sebab, menyerupai orang-orang mulia adalah sebuah keberuntungan.” Terlebih terdapat khabar dari Nabi Muhammad –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, “Siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk kaum tersebut.”

Rasanya aku perlu menyampaikan bahwa salah satu hal yang membuatku gemar mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan medis dan kedokteran adalah sosok wanita terbaik sepanjang sejarah. Siapakah beliau? Beliau adalah ibunda ‘Aisyah binti Abu Bakar –radhiyallahu ‘anha– yang tak lain adalah istri Nabi Muhammad –shallallahu ‘alaihi wa sallam-. Benar. Selain beliau dokenal sebagai ahli nasab dan syariat, ternyata beliau juga ahli dan pakar dalam bidang pengobatan. Maka boleh dibilang beliau adalah dokter penyakit luar dalam, lahir dan batin. Menakjubkan bukan?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s